Sabtu, 06 Agustus 2016

SUKU SEN`GANAN( SI TUAKA atau MONSTER AIR )

Makna kata Senganan “MELAYU atau Suku AIR”.Kata SENGANAN sering dipakai atau lazim di digunakan dalam penyebutan atau untuk menyebut Orang suku melayu(Suku Air) atau orang yang beragama Islam dan atau telah berpindah agama (dari agama asal /agama nenek moyang yaitu ANIMISME) dan memeluk agama islam (Agama yang memang dibawa atau berasal dari orang Melayu).Suku melayu sendiri juga disebut sebagai suku air atau orang dari air.(suku Melayu disebut suku air atau orang suku air dan suku Dayak disebut suku Darat atau orang suku atas) hal ini yang mendasari adanya kata NAIK atau TURUN dalam hal kepindahan keyakinan/Agama dalam masyarakat hulu Sekadau.TURUN bermakna ikut atau mengikuti orang suku air (Melayu) memeluk Agama Islam,dan NAIK bermakna kembali ke atas mengikuti keyakinan nenek moyang suku atas/Darat (suku Dayak). 
Hal ini karena perkampungan mereka (Suku air atau Melayu) selalu berada di muara-muara (NANGA) sungai serta  perkampungan orang Dayak (Suku dayak atau suku atas)yang berada di hulu-hulu sungai yang lebih masuk ke pedalaman atau daratan).Bahkan dalam bahasa dayak  MAHAP (Dayak asli Sungai Mahap),orang Melayuatau suku AIR disebut NYAGE. Yang berarti  NYAGA Bermakna MENJAGA hal ini berdasarkan karater perkampungan suku Melayu (SENGANAN)yang berada di muara/Nanga sungai,yang notabene nya merupakan pintu masuk menuju perkampungan-perkampungan suku Dayak yang memamang berada di hulu-hulu sungai tadi,karena memang pada jaman dahulu bahkan sampai pada tahun 1970,an sungai merupakan akses utama sebagai jalur transfortasi yang menghubungkan daerah atau kampung di aliran sungai sekadau dan sungai-sungai sekitarnya yang memang terdapat banyak perkampungan ornag suku dayak dan melayu tadi.
Bahkan pada saat sebelum kedatangan Agama Islam yang di bawa orang suku melayu kewilayah khususnya daerah sekadau dan daerah keriao,beberapa etnis/suku atau kelompok masyarakat suku dayak masih melakukan PENGAYAUAN atau MENGAYAU.
MENGAYAU(Berburu Kepala Manusia) adalah; sebuah ritual yang dilakukan masyarakat suku dayak pada jaman dahulu untuk mendapatkan/mencari Kepala manusia dari suku atau ras lain hal ini biasanya dilakukan menjelang atau pada saat akan melakukan ritual khusus seperti pengangkatan kepala suku atau pemimpin suku yang disebut Panglima,serta untuk menunjukan eksistensi dan ketokohannya dalam komunitas mereka.
PENGAYAUAN juga bertujuan memperluas wilayah teritorial serta memperluas wilayah hutan perburuan bagi kelompok /suku mereka,yang bermata pencaharian utama yaitu Berburu dan sebagai peladang.karena bagi masyarakat orang suku dayak,hutan memiliki arti dan nilai yang penting dalam kehidupan orang dayak,hutan atau alam merupakan identitas/jati diri suku-suku dayak di pedalaman,dan dalam adat serta tradisi orang dayak hutan atau alam merupakan bagian dari diri mereka,sehingga hutan atau alam hendaknya diperlakukan sama,sehingga dalam pemanfaatannya ada aturan dan adab yang wajib di lakukan,dan tidak bisa di langgar,seperti halnya dalam membuka lahan atau ladang baru dan lain-lain.
Pada awalnya daerah seperti Sekadau,Rawak,Nanga Menterap,Nanga taman,Nanga Koman,Nanga Mahap,Lembah beringin,dan masih banyak lagi daerah lain yang notabenenya sebagai daerah /kampung orang melayu/suku air pada saat ini dahulunya masih merupakan kawasan hutan dan belum terdapat penduduk, karena masyarakat suku dayak sebagai suku pribumi kalimantan pada masa itu hanya mendiami daerah hutan di pedalaman dan hidup berkelompok berdasarkan ras dan susku-suku.Setelah kedatangan pedagang-pedagang islam ke-nusantara pada abad ke-12,kerajaan-kerajaan di selat malaka(melayu) menjadi kerajaan islam,dan islamisasi pun terjadi hampir diseluruh kawasan nusantara;
(Indonesia,Malaysia,singapura,Brunai,darrusallam,Tahiland,Burma,dan,fhilipna. 
Kalimantan barat khususnya melalui daerah pesisir seperti;mempawah,sambas dan pontianak.para pedagang melayu(islam) datang dan menetap,mereka membuat perkampungan di pesisir.kedatangan mereka untuk berdagang serta menyebarkan ajaran islam,penyebaran mereka bahkan sampai ke daerah-daerah pedalaman melaluisungaikapuassepertisanggau,sekadau,sintang,putusibau,dan kapuas hulu,serta sungai pawan di kab.ketapang,dan anak-anak sungai lainnya.mereka menetap dan mendiami daerah-derah muara (Nanga) dari anak-anak sungai di sepanjang aliran sungai tersebut.
Kehadiran mereka diterima oleh saudara tua mereka (masyarakat suku dayak) yang lebih dulu tiba dan mendiami daerah-daerah pedalaman hutan kalimantan,di Tanah yang baru dengan saudara yang baru hubungan kedua etnis ini berjalan dengan damai sehinggai penyebaran agama islam pun diterima dengan baik oleh masyarakat suku dayak yang pada kala itu yang masih menganut animisme,(yaitu keyakinan turun temurun Nenek moyang)hal itu dikarenakan penyebaran agama islam dilakukan melalui pendekatan kebudayaan dan perdagangan.Hubungan kedua etnis ini pun semakin terjalin dengan erat dengan adanya ikatan perkawinan atara kedua etnis,mereka (Melayu/islam)membuka daerah-daerah muara/Nanga menjadi perkampungan mereka seperti yang kita lihat sampai saat ini.
Berdasarkan karater dan ciri perkampunag orang suku melayu/islam dimana masyarakat/orang suku melayu(islam) dan diikuti masyarakat suku dayak yang telah memeluk islam mendiami daerah-daerah yang berada di sisi/dekat perairan(sungai-sungai),Sehingga mereka sering disebut; SENGANAN atau orang suku air.Mereka mendirikan kerajaan-kerajaan islam yang berlandaskan adat istiadat melayu/islam(karna setelah kerajaan-kerajaan melayu menjadi kerejaan-kerajaan islam,adat istiadat melayu pun menjadi atau bersendikan syarak/berlandaskan hukum islam). Kebudayaan dan adat istiadat melayu pun berkembang seiring dengan pesat perkembangan agama islam pada masa itu,daerah-daerah muara/Nanga sungai pun berubah menjadi perkampungan baru dan semakin maju karena daerah-daerah tersebut menjadi pusat ekonomi dan kebudayaan serta menjadi pusat pemerintahan kerajaan – kerajaan islam pada masanya.Silaturahmi kedua etnis (yakni suku Melayu dan suku Dayak)terjalin dengan baik,masing etnis saling menghormati adat istiadat serta keyakinan satu sama lain,Suku Melayu sebagai suku baru/muda dengan adat istiadat serta keyakinan yang juga berbeda (islam),tetap menghormati suku Dayak meski pun berbeda adat dan tradisi serta keyakinan(sebagai penganut animisme)sebagai abang atau saudara tua mereka,hal ini dikarenakan suku Dayak lebih ada/tiba di kalimantan ini.
Kembali kepada pengertian dan makna kata “SENGANAN”.Senganan bukan nama sebuah etnis atau kelompok kesukuan seperti di tafsirkan beberapa orang pada saat ini.Senganan sebenarnya  merupakan sebutan untuk orang suku melayu atau dalam lingkup yang lebih luas lagi merupakan sebutan untuk orang yang beragama islam dan kata SENGANAN berasal dari dua suku kata yakni “SEN dan GANAN” .Dalam bahasa sekadau;“SEN” ber makna Ia ,dalam kamus bahasa indonesia(dibaca melayu) (Ia merupakan Kata ganti milik)“GANAN” berasal dari kataTUAKA atau GANA merupakan Makhluk  GANA atau TUAKA (dalam mitos masyarakat sekadau Gaib yang menguasai perairan atau air/sungai, yang biasanya dikaitkan keberadaannya pada suatu perairan yang dalam seperti teluk/tolok).
Jadi Kata “SENGANAN” dapat diartikan sebagai; PENGUASA AIR atau PERAIRAN” hal ini berkaitan dengan sebutan yang melekat pada orang Melayu/islam).(Melayu disini di definisikan bukan berdasarkan kapada Ras atau kesukuan melainkan kepada kebudayaan,adat istiadat serta kepercayaan atau Agama yakni Islam,karena kata melayu dalam bahasa sekadau di gunakan untuk menyebut orang yang beragama Islam bahkan juga digunakan untuk menyebut orang suku dayak yang telah masuk Islam(mengikuti orang melayu/suku Air menjadi SENGANAN).(Melayu/Suku Air berati suku yang menguasai sertamenjaga perairan)sedangkan Suku Dayak sering disebut juga Suku Atas/Daratyaitu;suku yang menguasai serta menjaga Daratan).

Posting Komentar