Jumat, 23 Desember 2016

LAKSAMANA CHENG HO (ARMADA LAUT CINA PENJELAJAH SAMUDRA PERTAMA)

Sekitar tahun 1421 M armada Kapal Cina dengan ribuan kapal laut raksasanya telah memulai penjelajahan menjangkau ujung-ujung bumi yang lain,Bahkan jauh sebelum pelayaran yang dilakukan oleh bangsa Eropa seperti Colombus,Marcopolo dan vasco de gama,serta penjelajah dari bangsa-bangsa lain memulainya.Dengan membawa misi damai,mereka berangkat ke seluruh dunia,berpuluh-puluh tahun sebelum hal itu terpikirkan oleh para penemu benua dari Eropa satu abad sebelum Colombus mengelilingi dunia,para pelaut negeri Cina sudah lebih dulu memulainya,dengan armada laut yang sangat besar pada masa itu yang di pimpin olaeh LAKSAMANA Cheng Ho, Nahkoda muslim yang membawa armada lautnya melakukan pelayarannya ke berbagai tempat di dunia,Menurut catatan sejarah,Cheng Ho lahir tahun 1371M di desa He Dai di provinsi Yunnan.

Dengan Nama MA HE atau MA SANBAO.Ayahnya adalah keturunan dari suku Hui yang mayoritas penduduknya  beragama Islam.Sewaktu muda,ayahnya  Cheng Ho (Ma He) itu sudah pernah naik haji,dan sejak kecil pun Cheng Ho sudah diajari bahasa Arab,Mereka adalah muslim yang taat dan berjiwa besar.Semasa Cheng Ho kecil,Daratan Cina dikuasai oleh bangsa Mongol,sehingga terjadi banyak pemberontakan terhadap suku Mongol,dan salah satu yang terhebat dalam sejarah adalah adalah pemebrontakan Zhu Yuanzhang terjadi sekitar tahun 1352,dan pada tahun 1368 Zhu Yuanzhang berhasil menguasai Ta-Tu ibukota Mongol,Setelah berhasil mengusir penguasa Bangsa Mongol,Zhu Yuanzhang mengangkat dirinya menjadi kaisar baru,dan mendirikan dinasti baru,yang bernama Dinasti Ming.

Kaisar Zhu Yuanzhang memiliki seorang anak bernama Zhu Di. ZHU muda yaitu 21 tahun, sudah memimpin pasukannya untuk menyerang pusat kekuatan Mongol yang masih cukup kuat di Yunnan saat itu.Ia ditugasi ayahnya untuk maju pada setiap pertempuran hebat,Yunnan sendiri adalah tempat dimana Cheng Ho dan seluruh keluarganya tinggal Pada penyerangan tersebut Banyak tentara Mongol dibunuh serta ditawanan,anak-anak sebagian besar dikebiri dan diharuskan untuk ikut dalam wajib militer,ataupun diperbudak menjadi pelayan di kekaisaran dan di istana,Salah seorang anak yang ditawan adalah Ma Sanbao alias si Cheng Ho.
Cheng Ho Muda (12 tahun)dibawa ke Istana Kaisar Zhu untuk menjadi pelayan,Saat itu Zhu Di sudah berusia 23 tahun dan telah diangkat menjadi Pangeran yang berjuluk Pangeran Yen,yang memerintah di Provinsi Utara Cina  yaitu Ta Tu yg merupakan bekas ibu kota kerajaan Mongol,Pangeran ZHU DI mengganti nama kota Ta Tu menjadi Beijing.
Seiring perkembangnannya Cheng Ho Muda menjadi pelayan kesayangan dan kepercayaannya Pangeran Zhu Di.Dan ikut dalam banyak pertempuran Bersama ZHU DI,Sejak Ayah ZHU DI (KAISAR) Meninggal,yang menjadi kaisar adalah saudara tirinya bernama Zhu Yunwen.Sejak saat itu Pangeran Zhu di anggap sebagai Musuh Kerajaan ia pun di buru dan akan di bunuh,atas Nasehat orang-orang kepercayaannya salah satunya Cheng Ho,akhirnya ZHu menyamar menjadi pengemis dan gelandang agar dapat menghindar dari kejaran pasukan Kerajaan.atas bantuan orang-orang yg masih setia padanya Ia pun secara diam-diam mempersiapkan pasukannya untuk menyerang kekaisaran,sebagai orang kepercayaan Zhu Di,CHENG HO  ikut mempersiapkan sekitar 800 laki-laki dewasa untuk bersama-sama menyerang istana,namum rencana mereka sudah tercium oleh kerajaan yang di perintah seorang kaisar bernama Zhu Yunwen.Kerajaan pun mengirim sekitar 500.000 pasukan untuk menumpas Zhu Di,Dalam perjalanan pasukan istana menuju Beijing,cuaca dingin menjadi dan kelelahan menyebabkan pasukan kaisar Zhu Yunwen banyak yang mati karena kedinginan.Sesampainya mereka di Beijing langsung disambut pasukan Zhu Di yang sudah siap sedia.Pasukan istana dpat di lumpuhkan,dan pasukan Zhu Di memenangkan pertempuran itu.
Lima tahun kemudian Zhu Di menyerang ke Nanjing,dan berhasil merampas istana kekaisaran dan menjadi kaisar dengan gelar Yong Le.Ia mengangkat orang-orang terdekatnya untuk menjadi abdi-abdi kepercayaan di istananya,termasuk Cheng Ho,Cheng Ho diangkat menjadi kasim istana sebagai kepala rumah tangga istana. Bersama kaisra baru yang mempunyai mimpi besar untuk dapat memperkenalkan Cina sampai ke ujung bumi.Dan untuk mewujudkan ambisi kerajaan harus memiliki armada laut yang besar serta kuat,Cheng Ho diangkat menjadi kepala komandan salah satu armada perangnya,Persiapan pun segera dilakukan,dibawah pimpinan serta komando Cheng Ho kerajaan telah membuat sekitar 250 kapal Barang1350 kapal prajurit,1350 kapal tempur, 400 kapal perbekalan, dan ratusan kapal lainnya.
Pelayaran pertama armada besar Cina  langsung dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho.Bersama CHENG HO ikut serta seorang penulis hebat yang bernama Ma Huan.
Sebelum melakukan perjalanan panjang dan penuh resiko itu,Cheng Ho menyempatkan diri untuk kembali ke Kampunh halamnnya yaitu Yunnan untuk berziarah kemakam ayahnya sosok yang sangat dikagumi dan menjadi panutannya, ayahnya itu. Di atas pusara sang ayah CHENG HO sempat menulis;”Ayah Ma tidak tertarik pada kekuasaan ataupun kedudukan saya puas hidup seperti orang kebanyakan menjadi berani dan tegas dalam kehidupan sehari-hari,disaat kita menemukan mereka yang tidak beruntung,dan bisa secara rutin menawarkan mereka perlindungan dan bantua”sehingga tujuan ekspedisi besar cina yang di pimpin oleh Cheng Ho kal itu bertujuan;Berniaga,ekspansi diplomasi politik dan memperkenalkan teknologi Tiongkok di bidang maritim,serta ilmu pengetahuan serta kerajinan cina.Kapal besar yang dinahkodai Cheng Ho itu memiliki panjang mencapai tak kurang dari 146 meter dan lebarnya sekitar 50 meter.Ukuran kapal tersebut hampir 7 kali lipat lebih besar dari kapal yang dipakai Vasco Da Gama,yaitu dengan panjang hanya sekitar 23 meter dan lebar tak lebih dari 5 meter.Di kapalnya Cheng Ho, telah disediakan juga 60 kamar khusus untuk para pengiring yang ikut,seperti orang-orang penting kerajaan termasuk juga buat para pejabat dan duta besar bangsa lain yang ikut serta dalam pelayaran itu.Kebanyakan buku sejarah hanya mencatat nama penjelajah Eropa semisal Christopher Colombus dan Vasco da Gama,dan colombus.
Padahal expidisi laut negeri cina yang di pimpin Laksamana Cheng Ho sudah satu abad lebih dulu dari pelayaran Colombus.Kapal Cheng Ho sepuluh kali lebih panjang dari kapal Colombus. Dengan kekuatan armada Cheng Ho seratus kali lebih besar dari armada Colombus,dampak yang ditimbulkan pun juga berbeda Ekspedisi Cheng Ho membawa misi perdagangan yang berbuah persahabatan dan pertukaran ilmu pengetahuan,sedangkan ekspedisi Colombus menularkan penyakit dan menimbulkan penjajahan dan perampasan hak masusia terutam di wilayah asia sebagai negeri terjajah, Dalam rombongan Expedisi cina terdapat sebuah kapal harta yang diperuntukkan bagi pejabat kerajaan,yang dapat menampung muatan seberat 7000 ton,dan Kapal Kuda,kapal ini dipakai untuk mengangkut kuda bagi para pasukan berkuda,selain itu juga kapal ini membawa banyak barang-barang keperluan lainnya semisal bekal/makanan dalam perjalanan,termasuk upeti-upeti yang mampu membawa ribuan ton makanan,daging,sayuran dan berbagai bahan makanan lainnya.Ada juga kapal prajurit yang tentu saja berisi prajurit tempur selain itu ada juga Kapal Tempur yang ikut serta,kapal ini berfungi menjaga semua armada bawaan Cheng Ho dari segala macam gangguan yang sekiranya muncul atau menghadang. Kapal Pengangkut Air membawa persediaan air bersih dan air minum untuk persediaan seluruh armada selama dalam perjalanan,serta beberapa kapal dayung kecil yang turut ikut serta, berfungis sebagai kapal penarik bila nanti dibutuhkan.
Dalam perjalanan expedisi Cheng Ho,ada sekitar 30.000 pelaut yang terdiri dari ratusan pejabat Ming,80 tabib,serta ahli feng shui,pembuat layar,pandai besi,tukang kayu,penjahit,navigator,pembuat peta,ahli perbintangan, juru masak/koki,ahli tanaman,serta juga para penerjemah dengan berbagai latar belakang dan beragam agama.
Perjalanan pertama cheng ho memakan waktu berbulan-bulan untuk bisa menumukan  daratan untuk pertama kalinya.Mereka mendarat pertama kali di Kerajaan Campa di Vietnam. Armada Cheng Ho pun melanjutkan perjalanan menuju beberapa kerajaan lain,seperti di Kerajaan Siam,kemudian mereka juga singgah di Kelantan dan Pahang di Kerajaan Malaka.Di  kerajaan Malaka yg merupakan kerajaan Islam,Cheng Ho sempat mendirikan beberapa Mesjid dan beberapa awak kapal Cheng Ho tinggal menetap di Malaka dan menikah dengan warga setempat\bertolak dari Kerajaan Malaka,armada yang dipimpin Cheng Ho menuju Pulau Jawa di bagian Timur.Namun di Pulau Jawa ini,yang pada saat itu terjadi berlangsung pertikaian hebat antara pasukan Raja Wirabumi dan pasukan Raja Wikramawardhana,menyebabkan sekitar 170 orang awak kapal Cheng Ho mati terbunuh,Pasukan Raja Wikramawardhana mengira awak kapal Cheng Ho adalah pasukannya Raja Wirabumi. Setelah kapal Cheng Ho mendarat dan melakukan diplomasi Cheng Ho meneruskan perjalanannya sampai mencapai kawasan Palembang bertemu dengan keturunan Cina lainnya yang sudah terlebih dahulu menetap di sana selama beberapa generasi.Dari sana,Cheng Ho meneruskan perjalanan sampai ke Kerajaan Samudera Pasai di Aceh,dari Aceh, Cheng Ho melanjutkan pelayarannya kembali sampai akhirnya tiba di Kerajaan Ceylon (Srilanka).
Di Kerajaan Ceylon tersebut cheng ho mendirikan dan bertuliskan tiga bahasa yaitu Cina,Tamil,dan Persia.Setelah hampir setahun berlayar,akhirnya armada Cheng Ho mencapai Calicut di India,dan akhirnya kembali ke Beijing Cina.
Kaisar Zhu Di memerintahkan mereka untuk memulai pelayaran yang ke dua,Pada tahun 1409 Cheng Ho dan pasukannya menyelesaikan pelayaran ke dua mereka serta pelayaran ke tiga pada tahun 1411,ketika pelayaran ketiganya menyerahkan patung Budha ke sejumlah tempat ibadah kerajaan-kerajaan Budha yang ia singgahi,kendatipun ia sendiri adalah seorang muslim. Cheng Ho dan orang-orangnya menulis lalu membukukan semua hasil perjalanan mereka. Catatan mengenai sejarah, geografi, adat istiadat,dan juga kebudayaan-kebudayaan bangsa lain dibukukan.Ada juga ratusan novel sudah dihasilkan di ibukota Beijing,padahal bangsa Eropa baru memulainya 30 tahun kemudian.Budaya berkembang pesat dalam pemerintahan kekuasaan Zhu Di,Cina semakin terbuka dan berkembang pesat Zhu Di juga yang memerintahkan pembangunan Kota Terlarang untuk menjadi area khusus kekaisaran, yang tetap bertahan sampai saat ini. Kaisar ZHU juga memerintahkan untuk membangun kembali tembok Cina yang sudah sempat rusak karena serangan rakyat Mongol bertahun-tahun yang lalu sebelum mereka menguasai Cina.Ditengah-tengah usahanya Kaisar Zhu Di menyatukan wilayah-wilayah Cina,maka Cheng Ho dan pasukannya kembali melanjutkan ekspedisinya yg ke empat pada tahun 1413.Pada pelayaran kali ini,Cheng Ho dan pasukannya berhasil mencapai kawasan baru yang berbeda dari perjalanan mereka sebelumnya,yaitu melintasi Laut Arab dan singgah di kota Hormuz di Iran.
Setelah ekspedisi ke empat ini usai,Cheng Ho masih melanjutakannya dengan pelayaran yang ke lima. Pada pelayaran ini,ia dan pasukannya berhasil mencapai Pantai Swahili di Afrika,dan kembali ke Beijing pada tahun 1419.Kaisar Zhu Di kemudian menugaskan Cheng Ho untuk melakukan ekspedisinya yg ke enam dan merupakan expedisi armada laut ter besar dalam sejarahnya Kaisar Zhu menghendaki Cheng Ho dan pasukannya mengelilingi seluruh dunia,tidak hanya pada rute-rute tertentu saja, seperti sebelum-sebelumnya.Cheng Ho mengumpulkan kwmbali laksamana-laksamana handalnya dan Kali ini mereka akan berlayar secara berpencar untuk mencapai belahan dunia yang berbeda-beda sebanyak 4 laksamana handal dan paling hebat yang dipilih Cheng Ho yang masing-masing berlayar ke Barat Laut,kemudian yang lain ditugaskan mengambil jalur Khatulistiwa Barat Daya, sementara laksamana yang lainnya lagi ditugaskan untuk pergi ke Samudera Hindia sampai ke Utara Afrika dengan komando Utama tetap ada di tangan Laksamana Agung Cheng Ho.Setelah waktu yang sudah ditentukan tiba, Cheng Ho dan armadanya kembali melalui jalur pelayaran mereka yang biasa,sampai mencapai Mogadishu di Afrika dan Samudera Hindia,Cheng Ho dan ketiga armada bawahannya berpisah jalan untuk menempuh jalur yang sudah ditentukan sejak awal.Dalam perjalanan kali ini mereka menemukan penunjuk Bintang Selatan,yaitu Bintang Canopus dan lalu menemukan juga Bintang Crucis Alpha yang menjadi penunjuk Garis Bujur.Para kartografer dan ahli-ahli yang ikut dalam pelayaran itu juga mencatat serta melukiskan hewan-hewan khas yang mereka jumpai tatkala mendarat di Australia seperti Kanguru,Setelah ekspedisi ke enam usai mereka pun kembali ke Cina.Sepulangnya ke Cina,ternyata di Cina telah terjadi pergantian kaisar,dan Zhu Di tidak lagi menjadi Kaisar,Kaisar yang baru yaitu Kaisar HONGXI tidak menghendaki adanya ekspedisi laut apapun,Namun Cheng Ho masih menyisahkan satu impian lagi,ia masih mau melakukan satu ekspedisi lagi sebagai ekpedisi ke tujuh dan yang terakhirnya.
Baru pada tahun 1431,Ia baru dapat melakukan ekspedisi terakhirnya pada masa pemerintahan kaisar XUANDE dalam ekspedisi terakhirnya ini Cheng Ho mengatakan kepada Ma Huan, penulis yang senantiasa menemani dirinya tentang keinginan hatinya kepada Ma Huan, “Dalam perjalanan terakhir ini, ada satu hal yang sangat ingin aku penuhi, Aku ingin melihat ka’bah untuk yang pertama dan terakhir kalinya….Aku ingin kita berlayar sampai ke negeri itu.”Namun is juga mengatakan kepada Ma Huan bahwa sebagai pemimpin yang bertanggungjawab ia tidak dapat meninggalkan kapal yang ia pimpin barang sedetik saja.Jadi ia tidak dapat meninggalkan kapal untuk turun pergi melihat ka’bah meskipun hatinya sangat ingin melakukan itu. Makanya ia membawa Ma Huan kali ini dengan tugas khusus untuknya Cheng Ho mengatakan bahwa pada saat kapalnya mencapai Afrika dan akan kembali pulang ke Cina,ia bermaksud berlayar melewati Tanah Arab sekali lagi,saat mencapai Arab ia menyuruh Ma Huan untuk pergi ke Mekkah dan melukiskan ka’bah bagi dirinya,setelah berbulan-bulan berlayar Cheng Ho mencapai Swahili di Afrika.Dalam perjalanan pulang itulah dia kemudian menugaskan Ma Huan untuk pergi ke Mekkah dan melukiskan Ka’bah untuk dirinya.Di Mekkah, Ma Huan menulis dan menggambarkan kondisi kota tersebut,ia juga pergi ke Masjidil Haram dan menggambarkan ka’bah yang akan dipersembahkan kepada Laksamana Agung Cheng Ho,Pada usia 62 tahun Cheng Ho meninggal dunia dalam perjalanan pulangnya dari ekspedisi terakhirnya Ia dimakamkan di laut sebagaimana layaknya seorang pelaut besar dimakamkan dan sisa armada yang dipimpinnya kembali pulang ke Cina dengan hati bersedih karena baru saja kehilangan seorang pemimpin besar seorang laksamana agung.
Sepeninggalan Cheng Ho Cina dan kekaisaran Ming semakin menutup diri dari dunia luar catatan pelayaran dan banyak catatan penting peninggalan Kaisar Zhu Di dimusnahkan dan dibakar. Ini tentu menyebabkan dunia tak banyak mengetahui jasa besar Cheng Ho dan semua armada kapal yang dipimpinnya itu,Cheng Ho meninggalkan sejumlah peninggalan penting,baik bagi rakyat Cina maupun bagi seluruh dunia,Ia meninggalkan sebuah sistem navigasi,arah pelayaran, dan juga berbagai penemuan penting lainnya,Ia juga mewariskan sikap toleransi dan persahabatan antar bangsa.Peninggalan Cheng Ho di berbagai kawasan yang pernah disinggahi dan tinggali juga masih terus ada sampai sekarang seperti Mesjid-mesjid,Kelenteng,Kuil, dan prasasti-prasasti yang diantaranya bahkan masih ada sampai sekarang,sebanyak ujuh kali Cheng Ho berlayar bolak-balik dalam kurun waktu 1405-1432.Menurut catatan hariannya,pada pelayarannya yang ke-6 antara tahun 1421-1422 Cheng Ho mendarat di Jawa tepatnya di Semarang,Surabaya,Palembang dan sampai di Kerajaan Samudra Pasai Banda Aceh(Di Kerajaan Pasai laksamana Cheng Ho memberikah hadiah berupa Lonceng Raksasa yang di beri nama CAKRA DONYA,
DiSemarang ia terpesona menonton wayang kulit namun terkejut melihat keris di pinggang para pria.Di Surabaya ia terheran-heran melihat burung yang berbicara seperti manusia.Di berbagai tempat ia membangun rumah ibadah untuk agama-agama lain.seperti di Sri Lanka terdapat prasasti doa Cheng Ho yang merupakan Prasasti lintas agama.
Laksaman Cheng Ho juga sempat mampi di cirebon dan memberikan cinderamata kepada sultan cirebon berupa piring keramik yang bertuliskan Ayat Kursi di atasnya.
Pada saat beradada di Cirebon salah satu bawahan Cheng Ho yang bernama WANG JINGHONG menderita sakit dan diharuskan tinggal serta akhirnya menetap disana dan membangun sebuah Kelenteng yang di beri nama Kelenteng SAM PO KUNG

Data Ekspedisi Cheng Ho antara lain dapat dibaca lengkap di buku setebal lima ratus halaman berjudul 1421—The Year China Discovered the World tulisan Gavin Menzies, seorang kapten kapal Inggris.
Perjalanan Cheng Ho ini menghasilkan Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15.


referensi berbagai Sumber;
Posting Komentar