Jumat, 23 Desember 2016

UMAR KHAYYAM (SANG AHLI MATEMATIKA DAN SASTRA MUSLIM)

Umar Kayyam lahir pada tahun 1048 di Khurasan.Nama lengkapnya adalah Ghyasiddin Abul Fatih ibn Ibrahim al-Khayyam. Sejak kecil, Khayyam sudah memperoleh pendidikan yang baik dari orang tuanya. Salah seorang gurunya adalah Imam Muwaffak,seorang pendidik yang terkenal pada masa itu.Umar Khayyam dikenal sebagai ilmuwan cerdas abad pertengahan. Ia memiliki nama besar di bidang matematika,astronomi,dan sastra.Sehubungan dengan itu,ia mendapat julukan Tent Maker dari para ilmuwan semasanya.Tanpa diduga, kecemerlangan nama Umar Khayyam menarik perhatian Sultan Malik Syah.Pada suatu ketika,Sultan menawarkan kedudukan tinggi di istana pada Khayyam, namun ditolaknya dengan sopan. Khayyam lebih memilih menekuni dunia ilmu pengetahuan dari pada menjadi pejabat.Akhirnya,Khayyam pun diberi fasilitas oleh Sultan.

Ia diberi dana yang besar untuk membiayai penelitian khususnya di bidang matematika dan astronomi.Sultan juga mendirikan sebuah pusat observasi astronomi yang megah,tempat Khayyam mempersiapkan dan menyusun sejumlah tabel astronomi di kemudian hari.Di samping itu,Umar Khayyam juga diangkat menjadi ketua dari sekelompok sarjana yang terdiri dari delapan orang.Kedelapan orang sarjana tersebut adalah orang-orang pilihan Sultan yang ditunjuk untuk mengadakan sejumlah penelitian astronomi di Perguruan Tinggi Nizamiah, Baghdad.
Para ilmuwan inilah yang kemudian berhasil melakukan modifikasi terhadap perhitungan kalender muslim.Menurut perhitungan Khayyam,masa satu tahun adalah 365,24219858156 hari.Ia menghasilkan perhitungan yang sangat akurat hingga membuat para ilmuwan memuji kecerdasannya.Pada akhir abad XIX,para astronom menyatakan bahwa masa satu tahun adalah 365,242196 hari.Sementara itu,hitungan terakhir untuk masa satu tahun adalah 365,242190 hari.Sebuah nilai yang tidak jauh berbeda dari perhitungan Umar Khayyam berabad-abad sebelumnya.Sejak tahun 1079,Umar Khayyam mulai menerbitkan hasil penelitiannya berupa tabel astronomi yang dikenal sebagai Zij Malik Syah.
Adapun di bidang matematika, khususnya mengenai aljabar,ia juga menghasilkan sebuah karya, seperti al-Jabr (Algebra).Di kemudian hari,karya ini diedit dan diterjemahkan dalam bahasa Perancis. Al-Jabr dianggap sebagai sebuah sumbangan terbesar Umar Khayyam bagi negerinya dan perkembangan ilmu matematika.
Umar Khayyam adalah orang pertama yang mengklasifikasikan persamaan tingkat satu (persamaan linier) dan memikirkan pemecahan masalah persamaan pangkat tiga secara ilmiah. Selain itu,Umar Khayyam juga telah memperkenalkan sebuah persamaan parsial untuk ilmu aljabar dan geometri.Ia membuktikan bahwa suatu masalah geometri tertentu dapat diselesaikan dengan sejumlah fungsi aljabar.Pada abad XVX dan XVII, persamaan semacam ini justru lebih banyak digunakan oleh para ahli matematika Eropa.Hal ini merupakan bukti bahwa Umar Khayyam dan pengikutnya,Nashiruddin al-Thusi,telah berhasil mendahului para ahli matematika Barat.
Karya Khayyam lainnya adalah Jawami al-Hisab.Karya ini memuat referensi paling awal tentang Segitiga Pascal dan menguji balik postulat V yang menyangkut teori garis sejajar, suatu hal mengenai geometri Euclides yang sangat mendasar.
Sebagai seorang muslim, Umar Khayyam termasuk kelompok moderat.Ia mempunyai pandangan yang berbeda dengan kebanyakan muslim pada waktu itu.Dengan kemampuannya bersastra,Khayyam juga menulis sejumlah puisi yang menggambarkan kisah hidupnya.Puisi tersebut termuat dalam karyanya yang berjudul Rubaiyat.Kini, karya tersebut masih tersimpan di negeri kelahirannya.Sementara itu,karya sastra Khayyam yang lain telah banyak diterjemahkan dalam bahasa Inggris,antara lain oleh Fitz Gerald pada tahun 1839.
Umar Khayyam yang meninggal dunia pada akhir abad XII,ialah seorang yang terlalu banyak mengukir sejarah yang dikenal dengan nama Omar Khayyam.Berbagai kontribusi dan penemuan serta karya karya besarnya dikenal seantero dunia.Keahlian yang dimilikinya tidak hanya dalam satu bidang.Berbagai bidang menjadi makanan pengetahuan baginya.Ilmu ilmu astronomi, matematika telah akrab dalam kehidupannya. Bahkan dalam bidang yang tidak berkaitan dengan sains, dia juga dihormati yakninya sebagai penulis syair
Omar Khayyam yang terlahir dengan nama lengkap Ghiyatuddin Abul Fath Omar Ibn Ibrahim Al Khayyami berasal dari Naisaphur sebuah kota besar di provinsi Khurasan.Dia dilahirkan pada tanggal 18 Mei tahunn 429 H atau tahun 1038 M. Nama populer Omar Khayyam ini sendiri memiliki arti sejarah penting. Omar merupakan bagian dari namanya. Sementara itu julukan Khayyam merupakan sebutan bagi pekerjaan ayahnya.Khayyam diterjemahkan memilik arti pembuat tenda.Jadi Ommar Khayyam bisa diartikan Omar pembuat tenda. Bukan berarti Omar-nya yang bekerja sebagai pembuat tenda, melainkan pembuat tenda ini adalah pekerjaan bapaknya.Masa pendidikannya dihabiskan di kota Balkh.Omar berguru kala itu dengan seorang ilmuwan ternama, Mohammad Mansuri.Selain gurunya Mohammad Mansuri,Omar juga menuntut ilmu dari wilayah Khurasan dari seorang yang bernama Imam Mowaffaq.Kala itu wilayah Khurasan bisa dibilang menjadi suatu kota pesaing bagi kota besar seperti Mesir dan Baghdad.Namun beberapa kondisi politik antara kerajaan kerajaan yang aktif memperluas daerah kekuasaan mereka membuat Omar agak mendapatkan kesulitan untuk menuntut ilmu.Baca: Kilas Matematikawan dari Negeri Arab.Dalam pergaulannya,Omar memiliki sahabat yang Nizam Ismail (juga dikenal dengan nama Nizam Al Mulk,Hassan Sabbah.Beserta Omar ketiga orang ini dikenal dengan istilah ‘Tiga Sahabat Dekat’Nizam Al Mulk sempat menjadi penguasa saat itu,Hassan Sabbah mendatangi Nizam dan meminta kedudukan dalam pemerintahan.Berbeda dengan Hassan,Omar hanya meminta sebuah sebuah tempat untuk bisa belajar dan tempat untuk beribadah.Lebih dari itu ternyata Nizam juga memberikan biaya hidup kepada Khayyam yang dikala itu lumayan besar.Beberapa ahli sejarah meragukan cerita pertemanan tiga sahabat di atas.Seorang ahli bernama Foroughi menyanggah kisah persahabatan tersebut karena perbedaan usia Omar dan Nizam mencapai 30 tahun.Sangat tidak mungkin mereka bisa bersahabat baik sebegitu dekatnya.Foroughi berasumsi bahwa kisah ini ada karena ke-tiga tokoh di atas sama sama memiliki popularitas yang tinggi sehingga masyarakat cendrung menghubung-hubungkan mereka.
Omar yang popular dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki beserta karangan sastranya. Sementara itu Hassan terkenal dengan sifat pemberontaknya sehingga menciptakan suatu gerakan pemberontakan. Nizam Ismail sendiri dikenal dengan kekuasaan yang dimilikinya serta kemampuannya dalam mengendalikan serta menegakkan hukum dalam negerinya.
Hasil Temuan dan Tulisan Omar Khayyam
Omar berpindah ke daerah Samarkand di tahun 1070 M.Di kota tersebut dengan bantuan seorang ahli hukum (Abu Tahir),Omar berhasil menyelesaikan sebuah karya matematikanya yang berjudul Treatise on Demonstration of Problems of Algebra.Pada tahun tahun selanjutnya Omar juga berhasil membuat sebuah buku yang berjudul Sharh ma ashkala min musadarat,Buku Uqlidis yang berisi Penjelasan Kesulitan dari Postulat Euclid. Omar Khayyam sosok yang sangat dikenal dalam sejarah manusia. Omar dikenal sebagai seorang ahli matematika,ahli dalam bidang astronomi bahkan dalam karya sastra sekalipun. Semasa hidupnya dia kenal pada masa Sultan Jalaludin Malik Syah Saljuqi memberikan koreksi terhadap sistem kalender persia.Perbaikan sistem kalender sebelumnya juga pernah dilakukan oleh beberapa bangsa eropa seperti Julius Caesar yang memperbaharui sistem penanggalan Sosigenes.Di Eropa juga dikenal koreksi kalender Gregorian oleh Aloysius Lilius atas perintah Paus Gregorius XIII pada tahun 1552.Dalam bidang matematika salah satu sumbangsih Omar Khayyam yang terkenal adalah dengan menyelesaikan sebuah persamaan pangkat tiga dengan menggunakan geometri. Ini artinya, Omar Khayyam menjadi orang pertama yang menjembatani hubungan antara aljabar dan geometri. Metoda yang digunakan yaitu dengan mencari perpotongan parabola dengan sebuah lingkaran ketika menyelesaikan sebuah persamaan aljabar berpangkat tiga.
Dalam bidang astronomi,penjelasan mengenai koreksi kalender oleh Omar Khayyam yaitu dalam hal akurasi jumlah hari dalam satu tahun.Memang sebelumnya telah dikenal hari dalam sau tahun yaitu 365. Namun Omar Khayyam memberikan nilai yang lebih akurat hingga mencapai lebih banyak angka dibelakang koma. Nilai itu yang dia dapat adalah 365.24219858156 hari untuk satu tahun.Orang orang sering membulatkannya menjadi 365.25.Oleh sebab itu maka tahun kabisat (jumlah hari dalam satu tahun 366) terjadi 4 tahun sekali.Dari perhitungan sisa 0.25 jika dikali 4 maka didapatkan hasil 1.Sehingga dalam perioda 4 tahun sekali ditambahkan 1 hari lagi dalam 1 tahun.Berbicara mengenai masalah sastra,Omar Khayyam pasti tak akan terlewatkan.Sebuah karya beliau denga judul Rubayyat telah menjadi karya yang sangat populer.Rubayyat ini telah diterjemahkan keberbagai bahasa, di dunia, mulai dari bahasa Inggris, Latin, bahasa Jerman, bahasa prancis dan lain lain. Rubayyat ini merupakan sebuah karya sastra yang terdiri dari 4 baris. Bentuknya hampir sama dengan syair.Semasa hidupnya kepercayaan Omar Khayyam menjadi suatu hal yang diperdebatkan kala itu.Untuk meluruskan semua opini yang ada maka dia pada akhirnya sempat menunaikan ibadah haji ke kota Makkah.Hal ini membuktikan bahwasanya dia adalah seorang Muslim.Pada akhirnya Omar wafat pada tanggal 4 Desember 1131 M. di kota Nishapur tempat dimana dia dilahirkan.Makamnya sendiri tercatat berada di negara Iran (marthayunanda).Baca: Penemuan dan Hasil Karya Omar Khayyam.

Referensi: berbagai sumber ,https://id.wikipedia.org

Posting Komentar